Makalah biologi tentang “Ginjal” untuk SMA kelas XI

 Makalah biologi tentang “Ginjal”


KATA PENGANTAR

 

            Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan nikmat iman dan islam, semoga kita tetap dalam perlindungan dan pertolongan-Nya untuk senantiasa tetap teguh (tanpa henti) mentaati perintah dan menjauhi larangan-Nya hingga akhir hayat.Semoga dengan tersusunnya makalahini, akan ada manfaatnya bagi kita.

kami menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, baik dari segi isi, bahasan maupun tulisannya.Untuk itu segala kritik dan saran dari semua pihak yang sifatnya membangun sangatlah kami harapkan untuk dijadikan sebagai koreksi maupun acuan yang memberikan nilai tambah untuk perkembangan ilmu pengetahuan yang kami  miliki.

Akhir kata, semoga makalah ini menjadi bermanfaat bagi kami pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.Wassalam.

                                    

 

Dompu, 5 februari 2017

 

 

          Penulis

      Kelompok 1

 

 

 

Daftar Isi

Kata Pengantar ……………………………………………………………………………… 2

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………... 3

BAB I    : Pendahuluan ……………………………………………………………………... 4

Latar Belakang……………………………………………………………………. 4

BAB II  : Pembahasan ……………………………………………………………………… 5

    Pengertian Ginjal………………………………………………………………….. 5

Bagian-bagian Ginjal……………………………………………………………… 5

Proses Perkembangan Ginajl……………………………………………………… 8

Fungsi Ginjal……………………………………………………………………… 9

Proses Pembentukan Urine……………………………………………………….. 10

Dialisis dan Transplantasi Pada Ginjal…………………………………………… 12

Kelainan/Penyakit Pada Ginjal…………………………………………………… 12

BAB III : Penutup ………………………………………………………………………….  16

    Kesimpulan……………………………………………………………………….  16

    Saran……………………………………………………………………………...  16

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.LATAR BELAKANG

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian darisistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebutnefrologi

Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga retroperitoneal bagian atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial. Kedua ginjal terletak di sekitarvertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati.

Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.

Aliran darah ginjal berasal dari arteri renalis yang merupakan cabang langsung dari aorta abdominalis, sedangkan yang mengalirkan darah balik adalah vena renalis yang merupakan cabang vena kava inferior. Sistem arteri ginjal adalah tidak ada anastomosis ke cabang arteri lain

Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Ginjal dibungkus oleh jaringan fibros tipis dan mengkilap yang disebut kapsula fibrosa ginjal dan diluar kapsul ini terdapat jaringan lemak perirenal. Di sebelahatas ginjal terdapat kelenjar adrenal. Ginjal dan kelenjar adrenal dibungkus oleh fasia gerota. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urine. Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen. Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan:

1. kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus

2. lapisan kaya protein sebagai membran dasar

3. selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit)

Dengan bantuan tekanan, cairan dalan darah didorong keluar dari glomerulus, melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk filtrat glomerular. Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein yang besar. Protein dalam bentuk molekul kecil dapat ditemukan dalam filtrat ini


BAB II

PEMBAHASAN

 

A.Pengertian Ginjal

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian darisistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebutnefrologi

Ginjal merupakan organ berbentuk seperti kacang yang terletak di kedua sisi

kolumna vertebralis. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dibandingkan ginjal kiri

karena tertekan kebawah oleh hati. Kutub atasnya terletak setinggi iga keduabelas,

sedangkan kutub atas ginjal kiri terletak setinggi iga kesebelas

 


 

 

 

B.Bagian-bagian ginjal

1.struktur makroskopik ginjal

Untuk mengenali anatomi ginjal, kita sebaiknya memulainya dengan mengetahui apasaja bagian-bagian ginjal dan fungsinya yang utama terlebih dulu yang dibedakan menjadi 3, yaitu korteks, medula, dan pelvis renalis, Anda bisa melihatnya pada gambar ginjal di atas. Bagian utama ginjal ini nantinya masih memiliki bagian-bagian yang lebih spesifik lagi yang juga penting untuk diketahui  Berikut ini adalah bagian utama ginjal.

a.Korteks

Yang pertama adalah korteks, bagian terluar pada ginjal yang terletak antara kapsul ginjal dan juga medula ginjal. Fungsi korteks adalah sebagai tempat terjadinya filtrasi dan ultrafiltrasi. Di dalam korteks terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi. Setiap badan malphigi itu sendiri tersusun dari glomerulus yang diselimuti oleh kapsula Bowman dan juga beberapa saluran yang terdiri dari tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal. Jutaan nefron yang berada pada korteks ini membuat permukaan kapiler ginjal menjadi lebih luas, dan meningkatkan kemampuan filterisasi zat buang.

     b.Medula

Bagian utama ginjal selanjutnya adalah medula atau sumsum ginjal yang bentuknya seperti piramid. Bagian utama medula sendiri adalah terdiri dari 8-12 piramida renalis, yang yang berfungsi untuk menyalurkan sisa hasil filtrasi dari tubulus kolektivus ke kaliks. Di dalam medula terdapat nefron yang memanjang dari bagian korteks. Bagian nefron yang ada di medula adalah lengkung henle dan tubulus kolektivus.

c.Pelvis Renalis

Yang terakhir pelvis renalis atau rongga ginjal, yaitu bagian atas ureter yang melebar. Pelvis sendiri adalah tempat penampungan urine dan selanjutnya akan mengalirkan urin menuju ke kandung kemih atau vesika urinaria melalui saluran ureter. Dan di dalam kandung kemih, urin disimpan untuk sementara waktu sebelum akhirnya urin dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.

 

   2. Struktur Mikroskopik Ginjal 

a. Nefron

Tiap tubulus ginjal dan glomerolusnya membentuk satu kesatuan (nefron).

Ukuran ginjal terutama ditentukan oleh jumlah nefron yang membentuknya. Tiap

ginjal manusia memiliki kira-kira 1.3 juta nefron. Setiap nefron bisa membentuk urin

sendiri. Karena itu fungsi satu nefron dapat menerangkan fungsi ginjal.

b. Glomerulus

Setiap nefron pada ginjal berawal dari berkas kapiler yang disebut glomerulus,

yang terletak didalam korteks, bagian terluar dari ginjal. Tekanan darah mendorong

sekitar 120 ml plasma darah melalui dinding kapiler glomerular setiap menit. Plasma

yang tersaring masuk ke dalam tubulus. Sel-sel darah dan protein yang besar dalam

plasma terlalu besar untuk dapat melewati dinding dan tertinggal.

c. Tubulus kontortus proksimal

Berbentuk seperti koil longgar berfungsi menerima cairan yang telah disaring

oleh glomerulus melalui kapsula bowman. Sebagian besar dari filtrat glomerulus

diserap kembali ke dalam aliran darah melalui kapiler-kapiler sekitar tubulus kotortus

proksimal. Panjang 15 mm dan diameter 55 μm.

d. Ansa henle

Berbentuk seperti penjepit rambut yang merupakan bagian dari nefron ginjal

dimana, tubulus menurun kedalam medula, bagian dalam ginjal, dan kemudian naik

kembali kebagian korteks dan membentuk ansa. Total panjang ansa henle 2-14 mm.

e. Tubulus kontortus distalis

Merupakan tangkai yang naik dari ansa henle mengarah pada koil longgar

kedua. Penyesuaian yang sangat baik terhadap komposisi urin dibuat pada tubulus

kontortus. Hanya sekitar 15% dari filtrat glomerulus (sekitar 20 ml/menit) mencapai

tubulus distal, sisanya telah diserap kembali dalam tubulus proksimal.

f. Duktus koligen medula

Merupakan saluran yang secara metabolik tidak aktif. Pengaturan secara halus

dari ekskresi natrium urin terjadi disini. Duktus ini memiliki kemampuan

mereabsorbsi dan mensekresi kalsium.

 

C.Proses perkembangan ginjal 

Ginjal manusia berkembang dari jaringan intermediate mesoderm dan mengalami tiga tahapan perkembangan sebelum menjadi ginjal yang sempurna.

Tahapan-tahapan tersebut adalah pronefros, mesonefros, dan metanefros. Mesonefros merupakan tahapan awal dari perkembangan ginjal yang akan mereduksi digantikan mesonefros, dan mereduksi lagi digantikan metanefros. Penjelasan untuk masing-masing tahapan adalah sebagai berikut.


 

1.Pronefros

Perkembangan awal dari ginjal yang muncul dari somit ke-4 hingga ke-14 embrio dan terdiri atas 6 hingga 10 pasang tubulus. Pronefros akan benar-benar mereduksi setelah embrio berumur 4 minggu.

2.Mesonefros

Merupakan organ ekskresi utama pada embrio umur 4 hingga 8 minggu. Mesonefros akan mereduksi namun beberapa salurannya tetap bertahan dan menjadi bagian dari saluran reproduksi pria.

 3.Metanefros

Mulai berkembang saat embrio mulai berumur 5 minggu. Muncul dari bagian kaudal (ekor) mesonefros, merupakan ginjal permanen dan operasional pada manusia.

D.Fungsi ginjal

1. Menyaring Darah

Konsumsi makanan yang kita makan setiap hari sebagai penghasil energi setelah melalui proses pencernaan pastilah akan menghasilkan banyak zat sisa dan limbah serta racun atau toksin. Zat-zat tersebutlah yang akan dikeluarkan oleh ginjal karena jika tidak maka akan sangat berbahaya bagi tubuh kita.

Nefron adalah salah satu bagian ginjal yang menjalankan fungsi ini. Apabila seseorang tidak memiliki ginjal, maka orang tersebut akan mati karena tubuhnya teracuni oleh kotoran yang dihasilkan oleh tubuh manusia itu sendiri. Untuk melakukan hal tersebut, ginjal harus menyaring sekitar 200 liter darah dan menghasilkan 2 liter zat-zat sisa dan air per harinya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa Anda buang air kecil sebanyak kurang lebih 2 liter per harinya.

2. Membentuk Urine

Urine adalah hasil ekskresi dari penyaringan ginjal. Urine mengandung zat-zat yang sudah tidak diperlukan bagi tubuh atau yang kadarnya melebihi batas normal. Kandungan utama urine adalah air, urea, dan amonia. Terdapat tiga proses pembentukan urine yaitu filtrasi, reabsorbsi, dan augmentasi.

3. Menjaga Keseimbangan Air dalam Tubuh

Ginjal setiap hari mengeluarkan sekitar 2 liter air dari dalam tubuh. Sebagian air dikeluarkan supaya tidak terjadi kelebihan air di dalam darah. Jika kelebihan, maka darah akan mengencer dan sangat berbahaya bagi tubuh. Tubuh menjaga keseimbangan air dengan mempertahankan tekanan osmotik ekstraseluler (di luar sel). Jika tekanan tersebut berlebihan, maka akan dikeluarkan dari tubuh salah satunya melalui ginjal.

4. Mempertahankan keseimbangan Kadar Asam dan Basa

Ginjal berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh dengan cara mengeluarkan kelebihan asam/basa melalui urine.

 5. Mengatur Kadar Kalium dalam Darah

Kalium (K) atau potasium adalah mineral yang berfungsi untuk membuat semua sel, jaringan, dan organ dalam tubuh tetap berfungsi dengan baik. Kalium sangatlah penting bagi tubuh. Namun jika kadarnya terlalu berlebihan maka akan terjadi hiperkalemia yang dapat menyebabkan otot jantung berhenti berdetak atau berdetak tidak beraturan. Jika kadarnya di dalam darah kurang, maka akan terjadi kelelahan, kulit kering, kelemahan otot, dan gerak refleks menjadi lambat. Maka dari itu, ginjal menjadi penting karena berfungsi sebagai pengatur kadar kalium di dalam darah dengan cara membuang atau menyerap kembali kalium yang masuk ke dalam nefron.

6. Mengekskresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh

Ginjal akan mengekskresikan (mengeluarkan) zat-zat yang merugikan bagi tubuh seperti urea, asam urat, amoniak, creatinin, garam anorganik, bakteri, dan juga obat-obatan. Jika zat tersebut tidak dikeluarkan maka akan menjadi racun yang dapat membahayakan kesehatan di dalam tubuh.

7. Memproses Ulang Zat

Ginjal akan mengembalikan kembali zat yang masih berguna bagi tubuh kembali menuju darah. Zat tersebut berupa glukosa, garam, air, dan asam amino. Proses pengembalian zat yang masih berguna ke dalam darah disebut reabsorpsi.

8. Mengatur Volume Cairan dalam Darah

Ginjal dapat mengontrol jumlah cairan darah yang dipertahnkan agar tetap seimbang didalam tubuh. Tanpa adanya control dari ginjal maka tubuh akan menjadi kering karena kekurangan cairan darah atau sebaliknya, tubuh tenggelam karena kebanjiran cairan didalam tubuh yang menumpuk tidak terbuang.

9. Mengatur Keseimbangan Kandungan Kimia dalam Darah

Salah satu contohnya yaitu mengatur kadar garam didalam darah.

10. Mengendalikan Kadar Gula dalam Darah

Ginjal amat penting untuk mengatur kelebihan atau kekurangan gula dalam darah dengan menggunakan hormon insulin dan adrenalin. Ini penting untuk menghindari diabetes. Insulin berfungsi sebagai hormon penurun kadar gula dalam darah jika kadar gula dalam darah berlebih. Adrenalin berfungsi untuk menaikkan kadar gula dalam darah jika kadar gula di dalam darah tidak mencukupi.

11. Penghasil Zat dan Hormon

Ginjal merupakan penghasil zat atau hormon tertentu seperti eritropoietin, kalsitriol, dan renin. Hormon yang dihasilkan oleh ginjal yaitu hormon eritroprotein atau yang disingkat dengan EPO berfungsi untuk merangsang peningkatan laju pembentukan sel darah merah oleh sumsum tulang. Renin berfungsi untuk mengatur tekanan darah di dalam tubuh, sementara kalsitriol merupakan fungsi ginjal untuk membentuk vitamin D, menjaga keseimbangan kimia di dalam tubuh, serta untuk mempertahankan kalsium di dalam tulang yang ada di dalam tubuh.

12. Menjaga Tekanan Osmosis

Ginjal menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur keseimbangan garam-garam di dalam tubuh.

13. Menjaga pH Darah

Ginjal berfungsi sebagai penjaga kadar pH darah agar tidak terlalu asam. Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.

 

E.Proses pembentukan urine

Urine (air kencing) yang kita keluarkan sehari-hari tentu tidak terbentuk dengan sendirinya.urine terbentuk melalui tahap-tahap tertentu.adapun tahap-tahap tersebut antara lain:


1. Filtrasi (Penyaringan)

Filtrasi merupakan perpindahan cairan dari glomelurus menuju ke ruang kapsula bowmandengan menembus membran filtrasi. Membran filtrasi terdiri dari tiga lapisan, yaitu sel endotelium glomelurus, membran basiler, dan epitel kapsula bowman. Tahap ini adalah proses pertama dalam pembentukan urine.

Darah dari arteriol masuk ke dalam glomerulus dan kandungan air, glukosa, urea, garam, urea, asam amino, dll lolos ke penyaringan dan menuju ke tubulus.Glomerulus adalah kapiler darah yang bergelung-gelung di dalam kapsula bowman. Ukuran saringan pada glomerulus membuat protein dan sel darah tidak bisa masuk ke tubulus. Pada glomerulus terdapat sel-sel endotelium yang berfungsi untuk memudahkan proses penyaringan.

Filtrasi menghasilkan urine primer/filtrat glomerulus yang masih mengandung zat-zat yang masih bermanfaat seperti glukosa, garam, dan asam amino. Urin primer mengandung zat yang hampir sama dengan cairan yang menembus kapiler menuju ke ruang antar sel. Dalam keadaan normal, urin primer tidak mengandung eritrosit, tetapi mengandung protein yang kadarnya kurang dari 0,03%. Kandungan elektrolit (senyawa yang larutannya merupakan pengantar listrik) dan kristaloid (kristal halus yang terbentuk dari protein) dari urin primer juga hampir sama dengan cairan jaringan. Kadar anion di dalam urin primer termasuk ion Cl- dan ion HCO3-, lebih tinggi 5% daripada kadar anion plasma, sedangkan kadar kationnya lebih rendah 5% daripada kation plasma. selain itu urin primer mengandung glukosa, garam-garam, natrium, kalium, dan asam amino.

2. Reabsorpsi (Penyerapan Kembali)

Reabsorpsi terjadi di dalam tubulus kontortus proksimal dan dilakukan oleh sel-sel epitelium di tubulus tersebut. Fungsinya adalah untuk menyerap kembali zat-zat di urine primer yang masih bermanfaat bagi tubuh seperti glukosa, asam amino, ion-ion Na+, K+, Ca, 2+, Cl-, HCO3-, dan HbO42-. Air akan diserap kembali melalui proses osmosis di tubulus dan lengkung henle. Zat-zat yang masih berguna itu akan masuk ke pembuluh darah yang mengelilingi tubulus. Hasil dari reabsorpsi adalah urine sekunder/filtrat tubulus yang kadar ureanya lebih tinggi dari urine primer.

Urine sekunder masuk ke lengkung henle. Pada tahap ini terjadi osmosis air di lengkung henle desenden sehingga volume urin sekunder berkurang dan menjadi pekat. Ketika urine sekunder mencapai lengkung henle asenden, garam Na+ dipompa keluar dari tubulus, sehingga urea menjadi lebih pekat.

3.Augmentasi (Pengumpulan)

Setelah melewati lengkung henle, urine sekunder akan memasuki tahap augmentasi yang terjadi di tubulus kontortus distal. Disini akan terjadi pengeluaran zat sisa oleh darah seperti H+, K+, NH3, dan kreatinin. Ion H+ dikeluarkan untuk menjaga pH darah. Proses augmentasi menghasilkan urine sesungguhnya yang sedikit mengandung air.

Urine sesungguhnya mengandung urea, asam urine, amonia, sisa-sisa pembongkaran protein, dan zat-zat yang berlebihan dalam darah seperti vitamin, obat-obatan, hormon, serta garam mineral.

Kemudian urine sesungguhnya akan menuju tubulus kolektivus untuk dibawa menuju pelvis yang kemudian menuju kandung kemih (vesika urinaria) melalui ureter. Urine inilah yang akan keluar menuju tubuh melalui uretra.

F.Dialisis dan transplantasi ginjal

Umumnya, seseorang dapat hidup normal dengan hanya satu ginjal. Bila kedua ginjal tidak berfungsi normal, maka orang itu perlu diberi Terapi Pengganti Ginjal (TPG). TPG ini dapat dilakukan baik untuk sementara waktu maupun terus-menerus. TPG terdiri atas tiga, yaitu: Hemodialisis (Cuci Darah), Peritoneal Dialisis (Cuci Rongga Perut) dan Cangkok Ginjal (transplantasi). Prinsip dasar dari Hemodialisis adalah dengan membersihkan darah dengan menggunakan Ginjal Buatan. Sedangkan Peritoneal dialisis menggunakan Selaput rongga perut (peritoneum) sebagai saringan antara darah dan cairan Dianial.

Transplantasi ginjal sekarang ini lumayan umum. Transplantasi yang berhasil pertama kali diumumkan pada 4 Maret 1954 di Rumah Sakit Peter Bent Brigham di Boston, Massachusetts. Operasi ini dilakukan oleh Dr. Joseph E. Murray, yang pada 1990 menerima Penghargaan Nobel dalam fisiologi atau kedokteran.

Transplantasi ginjal dapat dilakukan secara "cadaveric" (dari seseorang yang telah meninggal) atau dari donor yang masih hidup (biasanya anggota keluarga). Ada beberapa keuntungan untuk transplantasi dari donor yang masih hidup, termasuk kecocokan lebih bagus, donor dapat dites secara menyeluruh sebelum transplantasi dan ginjal tersebut cenderung memiliki jangka hidup yang lebih panjang.

 G.Kelainan/penyakit pada ginjal

1. Batu Ginjal

Batu ginjal adalah penyakit yang ditandai dengan adanya endapat garam kalium dan asam urat di dalam ginjal yang kemudian membentuk kalsium karbonat sehingga menghambat aliran urine dan dapat menimbulkan rasa nyeri. Gejala yang sering terjadi adalah rasa sakit saat buang air kecil dan urine sulit keluar dari tubuh. Cara mencegah terbentuknya batu ginjal adalah tidak menahan kencing terlalu lama dan perbanyak minum air. Cara mengobati batu ginjal adalah dengan menghancurkannya dengan sinar laser.

2. Uremia

Uremia adalah penyakit tertimbunnya urea di dalam darah sehingga mengakibatkan keracunan. Penyakit ini merupakan akibat dari gagal ginjal yang membuat urea tidak bisa dikeluarkan oleh tubuh dan menumpuk di dalam darah. Penyebab uremia yang lain adalah terlalu banyak mengkonsumsi protein, obat-obatan seperti kortikosteroid, tekanan darah rendah, dan gangguan pada aliran kemih. Gejala uremia antara lain mual, muntah, anemia, kelelahan, asidosis, anoreksia, koagulopati, penurunan berat badan, kelainan endokrin, kram otot, kelainan jantung, dan perubahan mental. Cara menyembuhkan uremia adalah dengan melakukan dialisis untuk mengurangi kadar urea.

3.Pyelonephritis

Pyelonephritis adalah penyakit peradangan pada jaringan ginjal dan pelvis. Pyelonephritis disebabkan oleh bakteri dan dapat menjadi akut serta kronis. Penyakit ini dapat menyebar ke bagian utama ginjal dan menyebabkan gagal ginjal. Gejala pyelonephritis antara lain demam, jantung berdetak lebih kencang, dan sakit saat buang air kecil. Cara mengobati pyelonephritis dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik sesuai aturan.

4.Gagal Ginjal

Gagal ginjal adalah kelainan dimana ginjal tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya sebagai alat penyaring darah. Gagal ginjal sangat berbahaya dan bahkan dapat menyebabkan kematian karena ginjal tidak dapat mengeluarkan zat-zat yang harus dibuang dari tubuh. Sehingga zat-zat tersebut menumpuk di dalam darah dan dapat meracuni tubuh. Penyebab gagal ginjal adalah rusaknya nefron di dalam ginjal yang disebabkan oleh kadar obat-obatan, logam berat, dan larutan organik yang berlebihan. Diabetes juga dapat menyebabkan gagal ginjal. Kelainan ini tidak dapat disembuhkan, tetapi penderita gagal ginjal dapat melakukan cuci darah secara teratur untuk mengurangi kadar racun di dalam darah. Penderita juga dapat melakukan operasi cangkok ginjal untuk menggantikan ginjal yang telah rusak.

5.Nefritis

Nefritis adalah penyakit yang ditandai dengan adanya kerusakan glomerulus ginjal akibat reaksi alergi terhadap racun yang dikeluarkan bakteri Streptococcus. Ketika glomerulus rusak, glomerulus tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Sehingga molekul besar seperti protein dapat masuk ke dalam urin atau glomerulus sama sekali tidak dapat meloloskan sesuatu sehingga dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki akibat penimbunan urea. Penyakit ini dapat diatasi dengan melakukan cangkok ginjal dan cuci darah sampai mendapatkan donor ginjal.

6.Sindrom Nefrotik

Sindrom nefrotik adalah gangguan yang ditandai dengan keluarnya protein dalam jumlah besar melalui urine. Hal ini menyebabkan penderita kekurangan protein di dalam darah sehingga dapat menimbulkan penyakit lain seperti malnutrisi, penggumpalan darah, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan bahkan gagal ginjal. Gejala sindrom nefrotik adalah pembengkakan di sekitar mata, pergelangan kaki, dan kaki serta urine menjadi berbusa. Penyebab sindrom nefrotik kebanyakan diakibatkan oleh penyakit lain seperti cacat genetika, diabetes, hepatitis B, kanker, dan gagal jantung. Namun ada juga yang disebabkan oleh beberapa jenis obat seperti obat anti-inflamasi. Cara mengobati sindrom nefrotik adalah dengan menyembuhkan penyakit yang menyebabkan timbulnya penyakit ini.

7. Glomerulonephritis

Glomerulonephritis adalah penyakit yang ditandai dengan adanya darah dan protein dalam urine diakibatkan oleh adanya kerusakan pada glomerulus yang disebabkan oleh bakteri streptococcal. Bakteri ini menyerang saat daya tahan tubuh menurun. Bakteri ini menyerang glomerulus sehingga terjadi peradangan. Gejala glomerulonephritis adalah terdapat darah pada urin, pembengkakan pada jaringan tubuh, dan terdapat protein pada urin. Glomerulonephritis dapat sembuh dengan sendirinya walaupun tanpa pengobatan.

8. Anuria

Anuria adalah penyakit yang ditandai dengan gagalnya ginjal dalam memproduksi urine. Penyebab anuria adalah kurangnya tekanan untuk melakukan filtrasi darah atau terdapat peradangan di glomerulus. Batu ginjal atau tumor juga dapat menyebabkan anuria. Kurangnya tekanan menyebabkan darah tidak dapat masuk ke glomerulus sehingga proses filtrasi (penyaringan darah) tidak terjadi. Ciri-ciri anuria adalah produksi urin kurang dari 100 mililiter per hari. Cara menangani anuria bergantung dengan penyebabnya. Pengobatan menjadi lebih mudah jika anuria disebabkan oleh kurangnya tekanan yakni dengan memasukkan alat bantu saluran urine menuju kandung kemih.

9. Diabetes Melitus

Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai oleh adanya glukosa di dalam urine. Penyakit ini juga disebut penyakit gula atau glukosuria. Penyebab diabetes melitus adalah kekurangan hormon insulin sehingga nefron tidak mampu melakukan absorpsi glukosa dan terbuang bersama urine. Diabetes melitus tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikendalikan dengan mengurangi makan makanan berkarbohidrat, rajin olahraga, dan meminum obat tertentu yang sesuai resep dokter.

10. Albuminuria

Albuminuria adalah penyakit yang ditandai dengan adanya protein albumin di dalam urine. Penyebab albuminuria adalah terjadi kerusakan pada glomerulus sehingga partikel besar seperti albumin bisa lolos. Kerusakan tersebut bisa terjadi karena terdapat luka di glomerulus, iritasi akibat logam berat, dan bakteri. Cara mencegah albuminuria adalah dengan mengkonsumsi makanan dengan jumlah zat gizi seimbang dan minum air 8 gelas setiap hari. Cara mengobati albuminuria adalah dengan melakukan cangkok ginjal.

11. Hematuria

Hematuria adalah penyakit yang ditandai dengan adanya sel darah merah pada urine. Penyebab hematuria adalah terdapat peradangan pada organ ginjal yang timbul akibat terjadi gesekan dengan batu ginjal. Hematuria juga dapat disebabkan oleh adanya kelainan pada glomerulus atau terdapat tumor pada saluran kemih. Ciri-ciri hematuria adalah saat buang air kecil muncul darah pada urine. Cara mengobati hematuria adalah dengan menyembuhkan penyakit yang menyebabkannya.

12 .Polisistik

Polisistik adalah penyakit yang ditandai dengan kerusakan saluran ginjal yang menyebabkan munculnya kista (pertumbuhan sel abnormal berbentuk seperti benjolan) di sepanjang saluran ginjal sehingga nefron menjadi rusak. Penyakit ini dapat berkembang menjadi gagal ginjal pada usia empat puluh tahun ke atas. Polisistik umumnya disebabkan oleh faktor keturunan. Cara mengatasi polisistik adalah dengan diet, obat, atau infus.

 

 


BAB  III

PENUTUP

 

A.Kesimpulan

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian darisistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebutnefrologi

Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga retroperitoneal bagian atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial. Kedua ginjal terletak di sekitarvertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati.

 

B.Saran

Adapun saran dari saya sekiranya makalah tentang perjalanan haji ini bisa berguna bagi kita semua. baik.kami menyadari bahwa makalah kami tidak begitu sempurna.semoga dosen bisa memakluminya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban SKU Bantara

EKONOMI

BERUBAH jadi lebih BAIK!!